Saat kelas 2 SMA saya menjadi sei konsumsi pada acara pelantikan ekskul untuk anak kelas 1. Mungkin buat sebagian orang pekerjaan menjadi sei konsumsi adalah pekerjaan yang paling gampang, tapi mereka itu salah. Pekerjaan sei konsumsi itu tidak semudah yang mereka bayangkan kita sebagai sei konsumsi harus pandai mencari tempat makan yang murah tapi enak harus bisa mencari yang sesuai dengan uang yang ada, tidak boleh seenaknya. Dimulai dari berburu tempat makan yang sesuai dengan uang yang ada, membuat janji dengan pembuat makanan, harus bisa merayu supaya bisa dikasih discount. pekerjaan kami tidak hanya itu. Saat semua orang ikut upacara apel, dan acara yang lain kami sebagai sei konsumsi tidak bisa ikut, kami harus menunggu makanan datang, mengangkatnya ke tempat penyimpanan makanan, dan menjaganya agar tidak hilang. Tibanya jam makan adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta dan waktu kami sebagai sei konsumsi untuk bekerja lagi. Semua orang yang ada seperti sudah tidak sabar menunggu makanan datang, semua ribut meminta membuat kami bingung, dan sialnya saat itu makan yang ada kurang para alumni banyak yang datang tidak sesuai dengan yang diperkirakan walaupun kami sudah melebihi jatah makanan yang kami beli dan kami pun sei konsumsi sampai rela tidak dapat makan. Ini memang bukan pertama kalinya saya menjadi anggota sei konsumsi saat kelas 1 SMA saya juga pernah menjadi sei konsumsi di acara sertijab ekskul tapi tidak seperti ini. Kami bingung dan malu pada para alumni karena mereka ada yang sampai tidak dapat makan. Alhamdulillahnya ada kakak kelas yang baik dan dia berinisiatif membeli makanan dan meminta uang pada bendahara. Akhirnya makanan pun datang dan kami memberikan pada alumni yang belum dapat makan walaupun dengan sedikit rasa malu,karena kami merasa kerjaan kami tidak maksimal, dan lebih leganya lagi kami juga dapat makan, malah makananya masih sisa ya lumayan banyak. Acara selesai kami bingung makan ini harus diapakan akhirnya saya dan anggota sei konsumsi yang lain berinisiatif untuk memberikan makan tersebut untuk tukang becak dan tukang angkot yang biasa mangkal di depan sekolah. Rasanya senang banget melihat kegembiraan mereka saat kami memberikan makan tersebut dan lebih bahagianya lagi semua peserta sangat senang dengan makanan yang kami pesan. Dihari itu saya sangat senang karena dapat membuat banyak orang bahagia, bangganya saya menjadi seorang anggota sei konsumsi, sei yang dianggap mudah pekerjaannya oleh banyak orang tapi sebenarnya sangat susah bila mereka merasakannya langsung. Jadi berjuanglah kakak-kakak yang jadi sei konsumsi
shinta pratiwi
laskar 10

cerita inspirasi dari orang lain..
Ini cerita inspirasi tentang guru biologi saya selama di SMA. Namanya lili akhmad beliau adalah guru biologi saya selama di SMA , ya selama tiga tahun saya dan teman-teman saya anak kelas khusus di SMA saya diajar oleh beliau. Mungkin itu yang membuat kami semua menganggap beliau seperti orang tua kami benar saat di sekolah dan kami belajar banyak hal dari beliau. Beliau adalah guru yang sangat sabar, baik dan menyenangkan.

Setiap minggu pelajaran biologi bisa sampai 5 jam, dibagi menjadi 3 pertemuan dan bisanya dipertemuan yang hanya satu jam beliau mempergunakannya untuk menonton film-film yang memberikan kami banyak pelajaran contohnya film-film orang cacat dengan segala kekurangannya mereka bisa berhasil atau film-film yang berhubungan dengan pelajaran tapi dengan gambar kartu yang lucu-lucu, ya itu semua pasti beliau lakukan agar kami tidak bosan belajar biologi atau beliau juga suka memberikan kami permainan seperti mencari soal-soal yang ditempel disekitar sekolah dengan menggunakan teka-teki, sebisa mungkin beliau selalu berusaha agar kami tidak bosan belajar biologi dengannya.
Satu hal lagi beliau adalah guru yang sangat peduli dengan lingkungan setiap upacara beliau membawa penjepit sampah dan memungut sampah anak-anak yang makan permen dan membuang sampahnya sembarangan saat upacara. Beliau juga tidak pernah marah, setiap ulangan biologi banyak anak-anak yang kerja sama walaupun beliau tahu tapi beliau hanya lebih memilh diam dan membiarkannya tapi setelah ulangan selesai baru beliau memberi nasihat kepada kami. begitu juga saat teman saya terlambat waktu itu hari senin dan ada upacara bendera dan waktu itu pak lili sebagai guru yang mengawas dibelakang menasihati anak-anak yang berisik saat upacara, teman saya yang telambat loncat lewat belakang sekolah dan pak lli melihat kejadian itu tapi beliau hanya tersenyum dan mempersilakan teman saya masuk dalam barisan dan beliau hanya berkata jangan terlambat lagi ya.
Selain itu beliau pernah cerita kalau beliau di tawarkan menjadi kepala sekolah di sekolah lain yang jauh dari rumahnya,tapi beliau menolak karena takut waktu dengan keluarganya berkurang dan takut tidak dapat menjemput anaknya saat pulang sekolah, beliau pun sudah sayang pada sekolah saya dan pada murid-muridnya disini. Akhirnya beliau memilih untuk menjadi guru biasa di sekolah saya, tapi namanya orang baik pasti selalu dikasih yang terbaik oleh ALLAH SWT beberapa minggu kemudian beliau diangkat menjadi wakasek di sekolah saya. Beliau adalah guru yang terbaik yang pernah saya temui karena beliau sabar, baik, ramah, selalu bisa mengerti kita, cinta pada lingkungan, dan yang paing peting beliau bukan orang yang haus akan jabatan.